fbpx

Memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan? Ada banyak sekali alasan mengapa Anda mungkin berkeinginan hingga memutuskan berhenti dari pekerjaan saat ini. Mulai dari tidak betah, hingga ingin memiliki profesi lain atau bergabung dengan perusahaan yang memberikan keuntungan lebih. Selain itu, Anda juga bisa saja ingin berhenti dari pekerjaan karena hendak memulai usaha sendiri. Banyaknya alasan untuk berhenti dari pekerjaan ini tak menutup satu kemungkinan, tak tahu bagaimana cara berhenti. Resign atau berhenti dari pekerjaan memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Namun juga bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan.

Pada saat Anda hendak keluar dari pekerjaan, ada banyak sekali hal yang seharusnya menjadi perhatian. Mulai dari persiapan Anda setelah keluar dari pekerjaan, apa yang sebaiknya dikatakan atau bagaimana menulis surat pengunduran diri. Hal-hal yang sepertinya remeh tersebut harus menjadi perhatian khusus karena Anda pastinya ingin tetap memiliki hubungan yang baik dengan perusahaan saat ini. Bahkan setelah resmi keluar sekalipun. Selain itu juga, kesiapan Anda setelah tak lagi bekerja di perusahaan.

Ada beberapa tips dan trik hingga langkah-langkah yang bisa Anda lakukan bila hendak keluar dari pekerjaan. Di bawah ini kami akan memberikan beberapa diantaranya yang membantu Anda untuk keluar dari pekerjaan tersebut. Termasuk juga persiapan yang sangat penting pula untuk diperhatikan. Berikut ini tips dan trik tersebut.

1. Lakukan audit secara singkat

Audit untuk apa? Tentunya untuk menghitung dan memastikan bagaimana keadaan ekonomi Anda. Untuk banyak orang, keluar dari pekerjaan berarti kehilangan penghasilan. Setidaknya untuk satu hingga dua bulan pertama pada saat Anda baru mulai berpindah ke pekerjaan lain. Terlebih bagi Anda yang hendak memulai usaha sendiri setelah keluar dari pekerjaan. Audit semakin penting dan harus dilakukan.

Audit yang harus dilakukan ini bisa berupa dalam banyak hal. Mulai dari dengan memastikan bagaimana keadaan ekonomi Anda. Hingga meninjau kembali pemasukan serta pengeluaran. Hingga hutang lain yang harus Anda penuhi dan bayarkan. Hal tersebut nantinya akan sangat berpengaruh pada bagaimana keadaan ekonomi Anda setelah keluar dari pekerjaan.

2. Mulai miliki simpanan

Tentu saja yang kami maksud merupakan simpanan uang ya! Sebaiknya Anda mulai memiliki simpanan sejak pertama kali memutuskan atau berkeinginan untuk keluar dari pekerjaan. Hal tersebut tentunya tak dianjurkan untuk dilakukan secara mendadak begitu saja.

Simpanan yang Anda simpan ini berbeda dari berbagai jenis simpanan lain. Katakan saja tabungan yang sudah Anda buat sejak beberapa waktu sebelumnya. Tabungan ini merupakan simpanan khusus yang Anda gunakan sebagai ganti gaji yang hilang karena keluar dari pekerjaan.

Sehingga untuk simpanan ini, Anda bisa memperkirakan berapa lama waktu yang Anda butuhkan hingga mendapatkan pekerjaan baru, misalnya. Atau malah hingga usaha yang dijalankan bisa mendapatkan hasil. Dari perkiraan tersebut, Anda tinggal mengalikan saja berapa banyak yang harus Anda simpan.

Banyak ahli yang berpendapat bahwa sebaiknya jangan keluar dari pekerjaan sebelum memiliki simpanan untuk menggantikan gaji yang akan hilang ini. Jadi meskipun Anda tidak lagi bekerja dalam kurun waktu tertentu, keadaan ekonomi akan tetap stabil. Tanpa harus mengobarkan dana dari tabungan atau pun keperluan lainnya. Tips yang cerdas bukan?

3. Perhatikan lagi kontrak pekerjaan

Bila Anda berniat untuk keluar dari pekerjaan, sebaiknya baca kembali kontrak atau perjanjian kerja yang dimiliki. Pastikan tak ada pasal di dalam kontrak atau perjanjian yang melarang Anda untuk berhenti dalam kurun waktu tertentu. Untuk hal ini, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan kepegawaian dari perusahaan atau bahkan firma hukum terdekat.

Memastikan tak melanggar kontrak atau perjanjian kerja merupakan hal yang sangat penting dan harus Anda lakukan. Jangan sampai keputusan untuk keluar dari pekerjaan justru menyeret Anda ke masalah pelanggaran kontrak. Jadi pastikan lebih dulu, tak ada pasal atau poin yang dilanggar bila Anda keluar dari pekerjaan tersebut.

Kontrak kerja memang akan sedikit membingungkan bila Anda kurang mengerti. Untuk itulah kami anjurkan di atas untuk lebih dulu berdiskusi dengan bagian kepegawaian atau HRD di perusahaan mengenai hal ini.

4. Beri tahu atasan langsung lebih dulu

Keluar dari pekerjaan bukan hanya memberikan efek negatif untuk Anda. Namun juga pada perusahaan. Pasalnya perusahaan harus mencari pegawai lain untuk mengisi posisi Anda. Bukan hal yang mudah, tentunya.

Untuk itu, ketika Anda berniat untuk keluar dari pekerjaan sebaiknya lebih dulu menginformasikan kepada atasan langsung. Informasi ini memberikan atasan persiapan untuk memikirkan langkah selanjutnya. Entah itu yang berkaitan dengan tim kerja hingga proyek yang mungkin masih berjalan.

Baca Juga :   Bekerja Dari Rumah? Perhatikan Kebiasaan Baik dan Buruk Ini Demi Perkembangan Karir

Sebaiknya Anda menginformasikan mengenai niatan keluar dari pekerjaan sebelum menyerahkan surat pengunduran diri. Di banyak kasus, atasan langsung akan merasa tidak senang atau kurang dihargai bila Anda menyerahkan surat pengunduran diri tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya. Meskipun memang Anda tidak akan langsung keluar setelah memberikan surat tersebut.

5. Ikuti prosedur perusahaan

Masing-masing perusahaan memiliki prosedur berbeda mengenai resigning atau pengunduran diri. Mulai dari yang berkaitan dengan penyelesaian pekerjaan, hingga jangka waktu pemutusan kontrak. Untuk itu selain menginformasikan kepada atasan langsung juga sebaiknya mendiskusikan hal tersebut dengan HRD atau bagian kepegawaian.

Beberapa perusahaan biasanya mengijinkan untuk keluar setelah semua proyek diseleaikan. Ada juga yang harus memberikan jangka waktu 2 minggu hingga 1 bulan lebih dulu.

Mengikuti prosedur perusahaan bukan hanya memberikan Anda nama baik serta hubungan bisnis yang tetap terjalin apik. Namun juga memudahkan Anda untuk meminta rekomendasi dari perusahaan nantinya. Sudah paham bukan pentingnya rekomendasi dalam pekerjaan ini?

Nah setelah tips di atas, sudah tidak ragu lagi untuk memutuskan keluar dari pekerjaan?